Solusi Pengusaha Pintar

Minat pengusaha untuk menambah kapasitas bisnisnya dan melakukan ekspansi usaha menunjukkan gejala penurunan. Ini ditandai dengan keengganan mereka menambah nilai kredit usaha dari perbankan meskipun catatan kredit mereka tidak cacat atau gagal bayar. Mereka khawatir barang yang mereka produksi tidak dibeli orang. Menurut Analis senior untuk Penelitian Kredit dan UMKM BI, Yunita Resmi Sari, permintaan atas kredit perbankan menurun karena kian rendahnya daya beli masyarakat. Daya beli yang rendah menyebabkan keinginan untuk ekspansi usaha semakin kecil (Sumber: Kompas 16 Maret 2009).

Demikian sekelumit kisah nyata mengenai hal-hal yang terjadi belakangan ini pada banyak pengusaha di Indonesia. Sebenarnya hal tsb seharusnya bisa saja disiasati oleh para pengusaha karena ekpansi usaha itu sangat diperlukan untuk menambah keuntungan dan memperbesar usaha yang sudah ada serta menambah daya saing untuk perusahaan-perusahaan yang sudah eksis. Mereka hanya membutuhkan satu pemikiran brillian dalam menghadapi semua kemelut ini. Sebagai salah satu contohnya kendala pengusaha yang tidak berminat mengambil Kredit dari Bank adalah mungkin dikarenakan kekhawatiran pengusaha akan kemampuannya membayar cicilan dari kredit tsb. Jadi dalam hal ini tentunya bisa disiasati dengan melakukan penghematan pada berbagai hal di perusahaan, spt contohnya dalam hal biaya pemakaian listrik dan  biaya pemakaian telepon. Kedua hal ini bisa dihemat. Untuk penghematan listrik bisa dengan memakai alat penghemat listrik yang sekarang sudah banyak beredar dan untuk pemakaian telepon bisa dengan memakai alat penghemat telepon. Tentu saja hal ini tidaklah cukup, karena semua ini harus diawali dari niat dan usaha kita untuk melakukan penghematan tsb. Spt Misalnya untuk menghemat biaya listrik selain dengan alat penghemat listrik, kita juga harus menghindari pemakaian listrik yg tdk perlu dan mematikan lampu-lampu dan komputer serta alat electronik lainnya jika tidak diperlukan. Begitu juga dengan alat penghemat telepon bedanya adalah dengan alat penghemat Telepon COS-T ini disediakan alat yang bisa mendukung upaya penghematan tsb, krn spt yang kita ketahui dan alami sendiri bahwa merubah kebiasaan adalah hal yang tersulit apalagi sebagai manusia terkadang khilaf dan sering lupa; lupa mematikan AC,Komputer bahkan lampu, hal ini yang menyebabkan penghematan menjadi tidak maksimal.

Akan tetapi hal tsb diatas tidak berlaku untuk Alat kami COS-T “Controlling System Solution” karena semuanya sudah bisa diatasi oleh alat Kami tsb. Alat COS-T  dengan pasti akan mampu merubah kebiasaan manusia dalam hal ini karyawan  suatu perusahaan untuk menggunakan telepon dengan bijak dan pada porsinya masing-masing demi kepentingan dan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Contohnya biaya telepon yang biasanya rata-rata Rp. 6Jt/bln setelah menggunakan COS-T menjadi turun Rp. 2Jt/bln. Untuk sisanya yang Rp. 4Jt bisa digunakan perusahaan untuk mencicil kredit yg diambil dari Pemerintah dan  memperluas jaringan (ekspansi) usaha sehingga usaha menjadi lebih besar dan kuat.